Koleksi

Flag Counter

Selasa, 26 Februari 2013

Harapan Tegaknya Khilafah di Bumi Syam

Khilafah Syiria

Berita Bahagia di Tengah Gelombang Ujian
Cuaca ekstrem sedang mendera dunia. Di belahan bumi utara, gelombang dingin mencapai titik beku terendah -60 °C di Siberia serta -30 °C di Moscow telah menewaskan ratusan lebih orang di kedua wilayah  wilayah ini. Di sisi lain, belahan bumi selatan, gelombang panas telah menyebabkan kebakaran besar yang menghanguskan hutan, padang, ribuan ternak dan juga korban jiwa.
Di Indonesia, cuaca ekstrem ini membawa dampak hujan deras berhari-hari di daratan dan gelombang tinggi di laut. Ibu Kota Jakarta banjir besar, jalur transportasi antarkota, antarpropinsi dan antarpulau terputus karena banjir. Banyak orang  menganggap ini adalah bulan-bulan sulit dan menjadi ujian bagi semua manusia.
Berita-berita yang menghias media massa memang sangat mengenaskan. Musibah bencana alam, kebobrokan mental pejabat yang korup, perilaku bejat yang makin terekspos, perkosaan keji di luar nalar yang marak seperti ayah memperkosa putrinya, kakek memperkosa balita, hingga ekonomi masyarakat yang kian sulit dan terpuruk.
Namun di antara berbagai berita sedih, terselip harapan membahagiakan. Berita kokohnya iman, di tengah arus kekufuran. Keimanan yang ikhlas, tak mengenal sorotan pandang manusia. Keikhlasan berjuang tak mengharap pamrih, selain dari Allah SWT. Semangat juang para mujahidin semakin membara. Kemenangan demi kemenangan mengambil alih dominasi kaum kuffar di negeri-negeri muslim yang diberkahi  seolah menghapus duka akibat bencana.

Beberapa berita yang membahagiakan ini antara lain:

  1. Deklarasi mujahidin Suriah untuk tegaknya Khilafah Islam. Inilah teks deklarasi mujahidin Suriah untuk tegaknya Khilafah Islam. ”Tepat tanggal 12/12/2012 ikut bergabung beberapa brigade mujahidin untuk mendukung berdirinya negara Khilafah di Suriah. Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa pimpinan brigade telah bersumpah untuk berusaha dengan sekuat tenaganya mendirikan negara khilafah Islam pasca tumbangnya rezim diktator Bashar al-Assad. Mereka juga menolak gagasan negara sipil demokrasi yg dipromosikan oleh negara-negara barat pimpinan AS dengan menggandeng rezim anteknya, negara-negara teluk. Selain itu mujahidin pejuang pembebasan Suriah ini mendeklarasikan terbentuknya brigade-brigade yg tergabung dalam koalisi pendukung khilafah (liwa anshar al-khilafah). Rincian teks deklarasi dan brigade yg ikut bergabung sebagai berikut: Bismillahi Al-Rahman Al-Rahiim,
    “Yang berhak menetapkan hukum adalah Allah SWT. Dialah yg telah memerintahkan kalian untuk tidak beribadah kecuali kepada Nya. Inilah agama yg lurus, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (Terjemah Quran, Surat Yusuf 12:40)
    Kami para pemimpin dari brigade-brigade sebagai berikut:
    - Brigade Ansar Al Sharia
    - Brigade Abdullah Ibn El-Zubeir
    - Brigade Rijalullah
    - Brigade As-Syahid Mustafa Abdul-Razzaq
    - Brigade Syaifur Rahman
    Dengan penuh keimanan kami memiliki kewajiban untuk melakukan aktivitas menegakkan hukum syariah Islam dalam seluruh sendi kehidupan dan institusi pemerintahan, dan menuntut kami untuk meraih keridhoan Allah swt. Kami mendeklarasikan pembentukan brigade koalisi pendukung khilafah ( للواء انصار الخلافه) di daerah Aleppo bagian barat, dan kami bersumpah kepada Allah SWT  (tabaaraka wa ta’ala), bahwa kami akan mengupayakan secara dg sungguh-sungguh untuk menggulingkan rezim baath kafir pelaku kriminal. Kami juga menentang segala konspirasi persekongkolan baik dari dalam negeri maupun luar negeri Suriah, dan menghancurkan rencana busuk mereka berupa rencana negara sipil demokrasi. Serta beraktivitas dengan orang-orang yang ikhlas untuk mendirikan kembali negara Khilafah Islam, yang dengan negara tersebut kami akan mengakhiri penjajahan dan perbudakan yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya hingga mengembalikan kami sebagai kaum yang terhormat diantara Timur dan Barat.
    Sungguh, kami menyeru saudara-saudara kami para mukhlisin dari berbagai brigade pejuang pembebasan Suriah untuk menyatukan visi dengan kami, dan mendeklarasikan diri untuk melepaskan diri dengan agen-agen baru negara kolonialist (red:koalisi oposisi suriah yg dibentuk di Doha, Qatar). Kami juga memperingatkan mereka dari tawaran kompromi dalam hal agama untuk ditukar dengan uang dan persenjataan, karena sangat jelas, disanalah terbentang kehancuran. Dan demi Allah yg menguasai segala sesuatu perbendaharaan di langit dan di bumi, namun orang-orang munafik tidak memahaminya (TQS Munafiqun 63:7)
    Dan Allah (azza wa jala) telah memberikan jaminan bahwa Dia akan memberi pertolongan kepada kita, apabila kita menolong Nya, dan berusaha menegakkan agama dan hukum shariah Nya dengan tulus. Allah SWT berfirman, “Wahai orang2 yang beriman, apabila kalian menolong agama Allah, maka Allah SWT akan menolongmu dan menguatkan kedudukanmu (TQS Muhammad 47:7). Allahu Akbar, dan segala kemuliaan milik Allah, Takbir: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
    Isi Qasam (sumpah): Kami bersumpah dengan nama Allah yg Maha Agung, bahwa kami akan menjadi penjaga Islam yg terpercaya, dan kami akan menyembah-Nya dengan tidak mensekutukan-Nya, dan tidak akan ridha dengan selain Sistem Khilafah meskipun kami harus mengorbankan banyak dalam peperangan dan nyawa. Dan cukup Allah swt yang menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan. Allah Akbar…Allahu Akbar… Allahu Akbar…
  2. Pada kutipan berita yang lain, The New York Times, melaporkan bahwa,  “Pada hari Jumat lepas, sebahagian peserta demonstrasi di kota-kota di Suriah mengangkat spanduk dengan slogan-slogan seperti ‘Tolak campur tangan Amerika, kita semua pendukung Jabhat al-Nusrah”. Ini adalah bentuk dukungan rakyat Suriah terhadap sekelompok mujahidin yang belum lama ini dinyatakan sebagai teroris berbahaya oleh Pemerintah Amerika Serikat. Namun kaum muslimin dunia tidak terkecoh dengan makar musuh-musuh Islam. Dukungan untuk Jabhat al-Nusrah mengalir dari berbagai pelosok dunia Islam. Tak kurang rakyat Palestina, Mesir, Iraq, Afghanistan dan lain-lain turut menyatakan penolakan terhadap provokasi AS dan mendukung perjuangan Jabhat al-Nusrah.

Harapan Tegaknya Khilafah
Kini kaum muslimin dunia sedang menanti harapan tegaknya Khilafah di Suriah. Kita semua berharap terwujudnya berita gembira yang mengabarkan bahwa kekokohan iman berpusat di Syam (Suriah, Palestina dan sekitarnya):

Ath Thabrani meriwayatkan dalam al Mu’jamul Kabir, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah bersabda (yang maknanya):
“Permulaan dari perkara ini (Islam) adalah kenabian dan rahmat. Berikutnya tegaknya khilafah dan rahmat. Selanjutnya muncul kerajaan dan rahmat. Kemudian, orang-orang memperebutkannya, seperti kuda-kuda yang berebut. Maka, kewajiban kalian untuk berjihad. Sesungguhnya sebaik-baik jihad adalah ribath. Sebaik-baik tempat ribath adalah Asqalan“. [Ash Shahihah, 3270].

Nama ‘Asqalan telah dikenal sejak dahulu. Menempati tempat strategis di bibir pantai, ramai dengan perdagangan. Palestina tidak pernah ditaklukkan, kecuali diawali dengan penaklukkan ‘Asqalan.

Kemudian dari Zaid bin Tsabit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang maknanya):
“Keberuntungan bagi penduduk Syam,” maka kami bertanya : “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam)”

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, (yang maknanya): “Penduduk Gharb (yang berada di arah Barat) akan senantiasa menegakkan kebenaran sampai Kiamat datang”. [HR Muslim 13/68, Nawawi].
Imam Ahmad berkata,”Ahli Gharb adalah penduduk Syam.” Dan jawaban ini disepakati oleh Ibnu Taimiyah dalam Manaqibisy-Syam wa Ahlihi.

Menggelorakan Dukungan Tegaknya Khilafah
Seluruh kaum muslimin di belahan dunia yang lain, yang belum dikaruniai keutamaan untuk berjuang dan berjihad di bumi Syam  sebagaimana saudara-saudara kaum muslimin di Syam, maka tetap saja harus selalu ditumbuhkan kepada mereka, kesadaran untuk menguatkan dukungan terhadap tegaknya Khilafah Islamiyah. Bentuk dukungan ini adalah dengan menyampaikan berita-berita gembira yang terdapat dalam Al Qur’an dan Hadits, mendakwahkan Islam kepada siapapun umat manusia agar menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dalam berperilaku, bermasyarakat dan bernegara, menguatkan dukungan kepada gerakan-gerakan Islam yang berupaya menegakkan Syariat Islam dalam sistem kehidupan yang kaffah (sempurna), Menyatukan diri dengan jamaah kaum muslimin yang ikhlas berjuang untuk tegaknya Islam, menyiapkan kader-kader putra-putri kaum muslimin untuk siap menjadi mujahid-mujtahid yang akan menguatkan barisan pejuang Islam dunia.
Akhirul kalam, bagi kita sendiri, mari beramal shalih, mencurahkan segenap tenaga dan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan atas segala khilaf, membersihkan jiwa untuk menghadapi masa depan yang pasti sarat  perjuangan.  Keikhlasan dan ketulusan adalah harta berharga. Ketinggian hati dan merendahkan muslim yang lain adalah ancaman bagi kebangkrutan diri kita. Manusia tidak tahu mana amal shalihnya yang diterimaNya. Semoga kita terhindar dari kebangkrutan karena amal-amal yang tidak suci dan ternodai kesombongan diri.  Semoga Allah SWT memperkenankan dan menerima amal shalih kita semua. Aamin Yaa Mujibas Saailiin.

[Lathifah Musa, 20/01/2013]

SUMBER:  http://mediaislamnet.com/2013/01/harapan-tegaknya-khilafah-di-bumi-syam/

Jumat, 01 Februari 2013

Subhanallah, Inilah Kemukjizatan Alquran Tentang Teori Relativitas

 Dunia sains modern di awal abad ke-20 M dibuat takjub oleh penemuan seorang ilmuwan Jerman bernama Albert Einstein. Fisikawan berkebangsaan Jerman itu pada tahun 1905 memublikasikan teori relativitas khusus (special relativity theory). Satu dasawarsa kemudian, Einstein yang didaulat Majalah Time sebagai tokoh abad XX itu mencetuskan teori relativitas umum (general relativity theory).

Teori relativitas itu dirumuskannya  sebagai E= mc2.  Rumus teori relativitasyang begitu populer itu menyatakan kecepatan cahaya adalah konstan. Teori relativitas khusus yang dilontarkan Einstein berkaitan dengan materi dan cahaya yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.

Sedangkan, teori relativitas umum menyatakan, setiap benda bermassa menyebabkan ruang-waktu di sekitarnya melengkung (efek geodetic wrap). Melalui kedua teori relativitas itu Einstein menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetis tidak sesuai dengan teori gerakan Newton. Gelombang elektromagnetis dibuktikan bergerak pada kecepatan yang  konstan, tanpa dipengaruhi gerakan sang pengamat.

Inti pemikiran kedua teori tersebut menyatakan dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang  berbeda untuk kejadian yang sama.  Meski begitu,isi hukum fisik akan terlihat sama oleh keduanya. Dengan ditemukannya teori relativitas, manusia bisa menjelaskan sifat-sifat materi dan struktur alam semesta.

“Pertamakali saya mendapatkan ide untuk membangun teori relativitas  sekitar tahun lalu 1905. Saya tidak dapat mengatakan secara eksak dari mana ide semacam ini muncul, namun saya yakin ide ini berasal dari masalah optik pada benda-benda yang bergerak,” ungkap Einstein saat menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa Kyoto Imperial University pada 4 Desember 1922.

Benarkah Einstein pencetus teori relativitas pertama? Di Barat sendiri ada yang meragukan bahwa teori relativitas pertama kali ditemukan Einstein. Sebab, Ada yang berpendapat bahwa  Teori relativitas pertama kali diungkapkan oleh Galileo Galilei dalam karyanya bertajuk Dialogue Concerning the World's Two Chief Systems pada tahun 1632.

                                                                            ***

Teori relativitas merupakan revolusi dari ilmu matematika dan fisika. Sejatinya,  1.100 tahun sebelum Einstein mencetuskan teori relativitas, ilmuwan Muslim di abad ke-9 M telah meletakkan dasar-dasar teori relativitas. Adalah saintis dan filosof legendaris  bernama Al-Kindi yang mencetuskan teori itu.

Sesungguhnya tak mengejutkan jika ilmuwan besar sekaliber Al-Kindi telah mencetuskan teori itu pada abad ke-9 M.  Apalagi, ilmuwan kelahiran Kufah tahun 801 M itu pasti sangat menguasai  kitab suci Alquran.  Sebab, tak diragukan lagi jika ayat-ayat Alquran mengandung pengetahuan yang absolut dan selalu menjadi kunci tabir misteri yang meliputi alam semesta raya ini.

Aya-ayat Alquran yang begitu menakjubkan inilah yang mendorong para saintis Muslim di era keemasan mampu meletakkan dasar-dasar sains modern. Sayangnya, karya-karya  serta pemikiran para saintis Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah  ditutup-tutpi dengan cara-cara yang sangat jahat.

Dalam  Al-Falsafa al-Ula,  ilmuwan bernama lengkap Yusuf Ibnu Ishaq Al-Kindi itu telah mengungkapkan dasar-dasar teori relativitas. Sayangnya, sangat sedikit umat Islam yang mengetahuinya. Sehingga, hasil pemikiran yang brilian dari era kekhalifahan Islam itu seperti tenggelam ditelan zaman.

                                                                            ***   

Menurut Al-Kindi, fisik bumi dan seluruh fenomena fisik adalah relatif. Relativitas, kata dia, adalah esensi dari hukum eksistensi. “Waktu, ruang, gerakan, benda semuanya relatif dan tak absolut,” cetus Al-Kindi. Namun, ilmuwan Barat seperti Galileo, Descartes dan Newton menganggap semua fenomena itu sebagai sesuatu yang absolut. Hanya Einstein yang sepaham dengan Al-Kindi.

"Waktu hanya eksis dengan gerakan; benda, dengan gerakan; gerakan, dengan benda,” papar Al-Kindi. Selanjutnya, Al-Kindi berkata,” ... jika ada gerakan, di sana perlu benda; jika ada sebuah benda, di sana perlu gerakan.” Pernyataan Al-Kindi itu menegaskan bahwa seluruh fenomena fisik adalah relatif satu sama lain. Mereka tak independen dan tak juga absolut.

Gagasan yang dilontarkan Al-Kindi itu sangat sama dengan apa yang diungkapkan Einstein dalam teori relativitas umum.  "Sebelum  teori relativitas dicetuskan, fisika klasik selalu menganggap bahwa waktu adalah absolute,” papar Einstein dalam La Relativite. Menurut Einstein, kenyataannya pendapat yang dilontarkan oleh Galileo, Descartes dan Newton itu  tak sesuai dengan definisi waktu yang sebenarnya.

Menurut Al-Kindi,  benda, waktu, gerakan dan ruang tak hanya relatif terhadap satu sama lain, namun juga  ke obyek lainnya dan pengamat yang memantau mereka. Pendapat Al-Kindi itu sama dengan apa yang diungkapkan Einstein.

Dalam  Al-Falsafa al-Ula, Al-Kindi mencontohkan seseorang yang melihat sebuah obyek yang ukurannya lebih kecil atau lebih besar menurut pergerakan vertikal antara bumi dan langit. Jika orang itu naik ke atas langit , dia  melihat pohon-pohon lebih kecil, jika dia  bergerak ke bumi, dia melihat pohon-pohon itu jadi lebih besar.

“Kita tak dapat mengatakan bahwa sesuatu itu kecil atau besar secara absolut. Tetapi kita dapat mengatakan itu lebih kecil atau lebih besar dalam hubungan kepada obyek yang lain,”  tutur Al-Kindi.   Kesimpulan yang sama diungkapkan Einsten sekitar 11 abad setelah  Al-Kindi wafat.

                                                                           ***

Menurut Einstein, tak ada hukum yang absolut dalam pengertian hukum tak terikat pada pengamat. Sebuah hukum, papar dia, harus dibuktikan melalui pengukuran. Al-Kindi  menyatakan, seluruh fenomena fisik, seperti manusia menjadi dirinya adalah relatif dan terbatas.

Meski setiap individu manusia tak terbatas dalam jumlah dan keberlangsungan, mereka terbatas; waktu, gerakan, benda, ruang juga terbatas. Einstein lagi-lagi mengamini pernyataan Al-Kindi yang dilontarkannya pada abad ke-11 M. "Eksistensi dunia ini terbatas, meskipun eksistensi tak terbatas,” papar Einstein.

Dengan teori itu, Al-Kindi tak hanya mencoba menjelaskan seluruh fenomena fisik. Namun, juga dia membuktikan eksistensi Tuhan, karena itu adalah konsekuensi logis dari teorinya. Di akhir hayatnya, Einsten pun mengakui eksistensi Tuhan. Teori relativitas yang diungkapkan kedua ilmuwan berbeda zaman itu itu pada dasarnya sama. Hanya saja,  penjelasan Einstein telah dibuktikan dengan sangat teliti.

Bahkan, teori relativitasnya telah digunakan untuk pengembangan energi, bom atom dan senjata nuklir pemusnah massal. Sedangkan, Al-Kindi mengungkapkan teorinya itu untuk membuktikan eksistensi Tuhan dan Keesaannya.  Sayangnya, pemikiran cemerlang sang saintis Muslim  tentang teori relativitas itu itu tak banyak diketahui.

                                                                          ***

                                                    Relativitas dalam Alquran
Alam semesta raya ini selalu diselimuti misteri. Kitab suci Alquran yang diturunkan kepada umat manusia merupakan kuncinya. Allah SWT telah menjanjikan bahwa Alquran merupakan petunjuk hidup bagi orang-orang yang bertakqwa.  Untuk membuka selimut misteri alam semesta itu, Sang Khalik memerintahkan agar manusia berpikir.

Inilah beberapa ayat Alquran yang membuktikan teori relativitas itu:

".... Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (QS: Al-Hajj:47).

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs: As-Sajdah:5).

"Yang datang dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (QS:70:3-4).

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya. Padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS: An-Naml:88).


"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (QS: 23:122-114)

Karena kebenaran Alquran itu, konon diakhir hayatnya Einsten secara diam-diam juga telah  memeluk agama Islam. Dalam sebuah tulisan, Einstein mengakui kebenaran Alquran. “Alquran bukanlah buku seperti aljabar atau geometri. Namun, Alquran adalah kumpulan aturan yang menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Jalan yang tak dapat ditolak para filosof besar,” ungkap Einstein.  Wallahualam...



Sumber:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/03/09/m0lv5f-subhanallah-inilah-kemukjizatan-alquran-tentang-teori-relativitas