Koleksi

Flag Counter

Jumat, 15 Agustus 2014

Setelah 13 Tahun: WTC Sengaja Dihancurkan!


Setelah 13 tahun, 9/11 atau 9 September 2001 saat gedung kembar WTC di Manhattan, New York runtuh diterjang dua Boeing 767-200 ER yang dibajak teroris. Banyak misteri yang hingga kini belum terpecahkan, memunculkan berbagai spekulasi hingga teori konspirasi.
Aneh juga ketika 13 tahun, sebuah peristiwa aneh, bendera Amerika di jembatan Brooklyn, hanya satu kilometer dari bekas WTC runtuh, di ketinggian menara, berubah dari garis-garis merah dan 51 bintang, menjadi putih, pada Selasa (22/7) lalu.
Berkaitan dengan itu, berbagai keterlibatan Amerika Serikat yang aneh, di berbagai belahan dunia. Boeing 777 buatannya yang jatuh beruntun, hingga sikap ambivalen AS dalam perang di Gaza. Sebelumnya kejutan “pengkhianatan” Edward Snowden, dan beberapa warga AS dalam skala lebih kecil.
Kelompok politik dan eks militer konservatif yang mulai menguat, dan beberapa kebijakan Presiden Obama yang ditentang konggres. Menyusul pengakuan Obama tentang sikap kejam Amerika pasca 9/11, “Kami banyak menyiksa orang setelah peristiwa itu,” akunya, Jumat (1/8) lalu.
WTC runtuh vertikal, mirip sengaja diledakkan. foto dok
WTC runtuh vertikal, mirip sengaja diledakkan. (foto dok)
Nah, akhir bulan lalu, berbagai posting mengenai teori konspirasi 9/11 bermunculan kembali di internet. Banyak juga kumpulan simulasi komputer, dan analisa ilmiah mengenai berbagai kejanggalan peristiwa itu. Ada apa Amerika?
Adalah Washington Jurnal, 1 Agustus 2014 kemarin, melakukan wawancara live dengan Richard Gage, pemrakarsa kumpulan 2.200 arsitek Amerika, untuk membuka fakta 9/11. Mengapa sekarang, Washington? Gage sejak 2002, telah menggagas kumpulan “Architects and Engineers for 9/11 Truth“.
“Kami tak suka konspirasi. Tapi runtuhnya tiga gedung utama di Manhattan tak bisa diterima akal sehat. Itu bukan oleh pesawat, tapi oleh thermite, yang hanya dimiliki militer AS,” ujarnya yakin.
Dalam wawancara live, semua pertanyaan awam dijawab Gage, kecuali yang bersangkutan dengan politik. Misalnya, ada yang bertanya, “Siapa yang buat ini, apa pentingnya bagi mereka? Gage menyebut beberapa faktor, dan siapa yang mengambil keuntungan di balik peristiwa ini, baik keuntungan materil maupun keuntungan “lain” (politik?).
“Kami para arsitek hanya meneliti bukti secara ilmiah, yang menunjukkan tiga gedung itu rontok karena sengaja diledakkan, bukan dengan kebakaran maupun tabrakan pesawat di lantai 76,” ujarnya.
Lalu, “Ke mana kepingan pesawat yang jatuh di Pensylvania (UA Flight 93), ke mana black box ke empat pesawat yang dibajak teroris itu? Mengapa Bush tak memerintahkan penelitian menyeluruh, mengapa politisi dan pesawat-pesawat militer tak ada yang terbang, saat itu?”
Menurut Richard, banyak saksi mata saat itu, yang mendengar suara ledakan beruntun, sebelum menara utara jatuh. “Ia jatuh lurus, persis seperti penghancuran oleh peledakan di bawah gedung. Butuh panas 3.000 derajat Celsius untuk melumerkan struktur baja beton gedung besar itu, dan ini tak mungkin oleh bahan bakar pesawat yang hancur, yang sekejap akan habis. Gedung itu dibuat bahkan tahan benturan pesawat sebesar Boeing 707 bermesin empat,” ujarnya.
Panas yang dihasilkan ledakan Boeing 767, katanya, hanya 400-an derajat celcius, dan itu tidak akan melemahkan baja beton gedung rancangan arsitek Jepang, Minoru Yamasaki itu. Gage juga mempertanyakan, CNN yang mengumumkan WTC runtuh, beberapa jam sebelum gedung itu benar-benar runtuh!
BBC juga ikut memberitakan tiga gedung WTC runtuh, 20 menit sebelum gedung-gedung itu runtuh. “BBC kemudian memang minta maaf,” ujarnya. Tapi, siapa di balik setting media ini? Lalu, polisi (NYPD) yang mengusir warga, “Pergi semua, gedung ini akan runtuh!” ujar mereka pada warga. Padahal, gedung masih berdiri tegak, hanya kebakaran di lantai 76, tempat pesawat menabrak gedung. Para saksi juga mengaku melihat pesawat kedua adalah sebuah Boeing militer (KC), berwarna hitam! Samasekali bukan pesawat komersial.
Boeing 767 (KC 767) punya USAF. dok Boeing
Boeing 767 (KC 767) punya USAF. (Dok Boeing)
“Banyak saksi yang mendengar hitungan mundur, 3..2..1, lalu buuummm! Gedung berlantai 107 itu runtuh dalam 12 detik! Seolah tak ada penopang sedikitpun di rangka baja bawah, seolah ia terlepas dari sokongan lantai bawah yang berisi ribuan ton baja dibalut beton!” ujar Gage.
Secara ilmiah, tak ada arsitek yang bisa mempercayai peristiwa ini. Tak pernah ada gedung runtuh hanya karena kebakaran di lantai atasnya, seberapa besarpun kebakaran itu! Apalagi, runtuhnya itu vertical, layaknya diledakkan. Hal itu dibenarkan Tom Sullivan, ahli peledak yang yakin sekali tiga gedung WTC sengaja diruntuhkan.
Pesawat teroris hanya ramuan tambahan sebagai alasan runtuhnya WTC1 dan WTC2. Lalu WTC7, yang terletak seratusan meter dari lokasi? Yang hanya terbakar? Tapi runtuh bagai diledakkan, dengan hanya kebakaran akibat cipratan dari WTC1 dan 2.
“Ini sungguh keji, siapapun pelakunya. Ada 3.000 orangtewas di tiga gedung, ada 6.000 tentara AS tewas di perang Irak dan Afghanistan kemudian (AS menyerang Irak pasca 9/11), ” ujar Gage.
Ada 19 teroris, yang disebut pemerintah AS membajak empat pesawat komersil, 15 di antaranya warga Saudi, 2 Mesir dan Lebanon, tanpa warga Irak.
Namun Irak yang diserang? Bukan Saudi? Yang memiliki 30 persen aset AS di seluruh negara adidaya itu, yang ratusan warga elitnya diterbangkan melintasi udara AS untuk “dievakuasi”, di saat FAA menerbitkan larangan terbang di seluruh udara AS, saat itu? Setting yang luarbiasa!
Kembali ke gedung WTC7, yang disebut Syam Sunder, warga turunan Arab yang mewakili National Institute for Standar & Technology (NIST), mengalami kegagalan struktur akibat kebakaran. “Dead wrong! Ini tipu apalagi? WTC7 jatuh tegak lurus dalam 7 detik! Sama seperti WTC1 dan 2, seolah kehilangan rangka baja di seluruh inti bangunan.
Secara ilmiah, seluruh arsitek Amerika tak bisa menerimanya. Mengapa kami tak dilibatkan dalam penelitian?” ujar Gage dan puluhan rekannya. Bahkan, jutaan ton besi bekas langsung digulung, dan dikirim ke Cina untuk di daur ulang, katanya.
Bukti pamungkas, menurut Gage, adalah temuan bola besi mikro, dari lelehan logam baja konstruksi gedung. “Ini mengindikasikan adanya pemakaian thermite, FE2O3 + 2AI, zat pembakar yang hanya dimiliki militer. Apakah pesawat kedua, yang disebut banyak saksi sebagai pesawat militer membawa zat itu?
Dan di lantai-lantai gedung sudah dipasangi peledak? Apa hubungan hari itu ada ribuan pekerja tiga gedung tak masuk kerja, umumnya mereka keturunan Yahudi? Yang terakhir ini memang lebih pada tudingan konspirasi, namun layak dipertanyakan.
Bagaimana 19 pembajak, begitu leluasa menguasai bandara, dan menaiki empat pesawat Amerika, masing-masing lima orang dalam pesawat, kecuali United Airlines Flight 93, UA Boeing 757 (empat orang dipimpin Ziad Jarrah asal Lebanon). Flight 11 (AA Boeing 767), Flight 175 (UA Boeing 767), dan Flight 77 (AA Boeing 757 yang mendarat di Pentagon)?
Ribuan pertanyaan warga AS dan dunia, yang tidak dijawab pemerintah AS melalui penyidikan lengkap dan penjelasan ilmiah. Ada apa?
“Kita bagian kecil yang tidak mampu mengendalikan jalannya pemerintahan, jalannya perpolitikan dan perekonomian dunia. Apapun yang kita temukan, seilmiah apapun, tampaknya tidak akan membuka jalan bagi sebuah kebenaran. Mereka menguasai (politik) dan kekuasaan di dunia ini. Tapi kami akan terus membeberkan bukti, agar warga AS—dan dunia—sadar dan bangkit.
Kita dikuasai oleh kejahatan tiada tara, terhadap kemanusiaan, lebih dari yang bisa anda perkirakan,” katanya. Siapapun bisa, mungkin Richard Gage bagian dari rangkaian peristiwa ini, mungkin perang di Gaza, mungkin MH370, mungkin MH17, mungkin bendera AS yang jadi putih, mungkin lubang raksasa di kutub, dan ribuan peristiwa besar lain, yang dikontrol oleh kekuasaan jahat..?
Atau kejahatan yang akan berbuah kebaikan. Sekali lagi, sulit mengilustrasikannya. Berikut video yang dilansir Washington Journal, perhatikan Richard Gage kesulitan saat ditanya, atau berargumen akhir, tentang siapa “pelaku” runtuhnya  WTC  yang mengejutkan dunia itu. Seperti ada yang ditakutkannya, sebuah kekuatan besar..?(yan/AE911truth/Washington Jurnal/Youtube/Wikipedia/***)


harianaceh 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar